Category Archives: IPA

SISTEM PERNAPASAN PADA REPTILIA


Pada kesempatan kali ini kita masih akan belajar mengenai sistem pernapasan pada hewan, kali ini yang akan kita pelajari adalah sistem pernapasan pada hewan reptilia. Untuk itu mari kita lihat uraian penjelasan dibawah ini.
reptil
Sistem pernapasan pada reptilia berbeda dengan sistem pernapasan pada serangga, dikarenakan organ pernapasan pada reptilia berbeda dengan organ pernapasan serangga, organ yang digunakan pada pernapasan reptilia adalah paru-paru. Sebab, sebagian besar reptilia hidup di daratan atau habitat yang kering. Untuk mengimbanginya, kulit reptilia bersisik dan kering, supaya cairan dalam tubuhnya tidak mudah hilang. Kulit bersisik pada reptilia merupakan suatu adaptasi hidup dalam udara kering, dan bukan sebagai alat pertukaran gas.
Walau begitu, ada pula mekanisme pernapasan reptilia yang dibantu oleh permukaan epitelium lembab di sekitar kloaka. Reptilia demikian misalnya kura-kura dan penyu. Hal ini dilakukan karena tubuh kura-kura dan penyu terdapat tempurung yang kaku. Tempurung ini menyebabkan gerak pernapasan kedua hewan tersebut terbatas.
Bentuk Paru-Paru Reptilia
Paru-paru Reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Continue reading

Sistem Pernapasan Pada Burung


Sistem Pernapasan Burung

Sistem Pernapasan Burung

Selain manusia, hewan juga memiliki alat pernapasan yang berbeda-beda. Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari tentang sistem pernapasan pada salah satu hewan, yaitu burung.
SISTEM PERNAPASAN PADA BURUNG
1. Struktur Alat Pernapasan Burung
Alat-alat pernapasan pada burung agak berbeda dengan manusia. Struktur pernapasan pada burung tersebut antara lain seperti berikut.
a. Lubang Hidung Luar
Lubang hidung luar terdapat pada pangkal paruh sebelah atas dan berjumlah sepasang.
b. Lubang Hidung Dalam
Lubang hidung dalam terdapat pada langit-langit rongga mulut.
c. Celah Tekak
Celah tekak terdapat pada faring dan menghubungkan trakea.
d. Trakea
Trakea tersusun dari tulang-tulang rawan yang berbentuk lingkaran. Continue reading

Hukum Kirchhoff I dan II


Pada peralatan listrik, kita dapat menemukan rangkaian listrik yang bercabang – cabang.
Untuk menghitung besarnya arus listrik yang mengalir pada setiap cabang yang dihasilkan oleh
sumber arus listrik Gustav Kirchhoff (1824–4887) mengemukakan dua aturan (hukum) yang dapat
digunakan untuk membantu perhitungan tersebut. Hukum Kirchhoff pertama disebut hukum titik
cabang dan Hukum Kirchhoff kedua disebut hukum loop. Suatu titik cabang dalam suatu rangkaian
adalah tempal benemunya beberapa buah konduktor. Sebuah loop adalah suatu jalan konduksi yang
lertutup.

  • Hukum I Kirchhoff
  • Hukum ini merupakan hukum kekekalan muatan listrik yang mengatakan bahwa jumlah
    muatan listrik yang ada pada sebuah sistem tertutup adalah tetap. Secara sederhana, Hukum
    Kirchhoff I menyatakan bahwa:

    “Jumlah Arus yang masuk pada sebuah titik cabang sama dengan arus yang keluar
    dari titik cabang tersebut.”

  • Hukum II Kirchhoff
  • Continue reading

Proses Pernapasan Pada Manusia


Telah kita ketahui bersama bahwa betapa pentingnya bernapas itu. Pada saat bernapas terjadi masuk dan keluarnya udara ke saluran pernapasan. Mengapa bisa demikian? Udara dapat masuk dan keluar paru-paru karena adanya tekanan udara luar dengan udara dalam paru-paru.
Perbedaan tekanan ini disebabkan oleh terjadinya perubahan besar-kecilnya rongga udara, rongga perut, dan rongga alveolus. perubahan besarnya rongga ini terjadi karena kerja otot-otot pernapasan, yaitu otot antara tulang rusuk dan otot diafragma.
Pada proses pernapasan meliputi 2 tahap, yaitu proses inspirasi dan proses ekspirasi, sebagai berikut :
1. PROSES INSPIRASI
INSPIRASI
Pada proses inspirasi ini terjadi pengisapan oksigen dari luar ke dalam paru-paru, proses ini dapat dilihat pada gambar disamping.
Bila otot diafragma berkontraksi, maka diafragmanya akan mendatar. Pada waktu inspirasi maksimum, otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat. Keadaan ini akan menambah besarnya rongga dada. Mendatarnya diafragma dan terangkatnya tulang rusuk menyebabkan rongga dada bertambah besar, diikuti mengembangnya paru-paru, sehingga udara luar masuk melalui hidung.

2. PROSES EKSPIRASI
EKSPIRASI
Proses ekspirasi ini terjadi ketika kita menghembuskan udara. Pada proses ini terjadi proses pengeluaran karbon dioksida dan uap air dari paru-paru keluar tubuh. proses ini dapat dilihat pada gambar disamping.
Pada gambar terlihat otot-otot dinding diafragma mengendur dan ditekan ke atas oleh organ perut, tulang rusuk kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada menyempit. Akibatnya udara dapat terdorong keluar paru-paru.

Sumber : http://www.materisekolah.com/proses-pernapasan-pada-manusia/#ixzz2ZMKMIYMh